Saturday, April 01, 2017

Pilkada Gubernur Sumatera Utara 2018 sudah dekat. Beberapa nama mulai muncul untuk digadang-gdang maju ke publik.

Salah satunya adalah Syahril Tumanggor, kelahiran Parlilitan, Humbang Hasundutan.

Berikut profilnya yang beredar di Facebook yang diposting oleh akun Asri Ujung (baca):

Mungkin masih banyak yg bertanya tanya , siapa sih. H. Sahril Tumanggor , SE.SH.MH. yang bakal calon GUBSU periode 2018-2023 ? ini lah sekilas profil beliau , Lahir thn 1970 di Parlilitan Humbang Hasundutan, mulai dari Madrasah ibtidaiyah sd SMA beliu masih tinggal di Sumut, setelah kuliah dan menikah dengan putri Jawa dari Ponorogo beliau menetap di Gresik dan menekuni profesi sebagai wiraswastawan menggeluti meubel dan property ,dan sampai hari ini beliau masih terdaftar sebagai ketua Partai PKPI propinsi Jawa timur , namun beliau juga pernah duduk sebagai ketua lembaga pengawas pemerintahan Jawa timur , yg namanya lembaga , berarti beliau bukan lah eksekutif , beliau murni wiraswastawan ,dan tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi ,dan bukan pula bahagian lingkaran Politisi sumut , itulah sekilas profil beliau , Bismillah,,,,, sumut harus mampu mengejar ketertinggalan , dengan pola pikir dan mental , serta Akhlaqul Karimah , Bersama Sahril Tumanggor ( BERSATU ) kita pasti bisa .

Syahril Tumanggor, Putra Daerah Humbahas yang Maju Pilgubsu 2018

Wednesday, March 22, 2017

Sumber
Pakpak Bharat merupakan daerah yang indah yang terdapat di perbatasan antara Sumatera Utara dan Aceh.

Dulu daerah ini merupakan bagian dari Dairi. Pakpak dapat dicapai dari Subulussalam dari Aceh, Parlilitan dari Humbang Hasundutan dan Sidikkalang dari Medan.

Pakpak yang menjadi bagian dari Dairi dulunya bagian dari Barus Raya, yang melinyang dari Sibolga ke Tapaktuan dan saling bergantian dikuasai Sriwijaya dan Aceh.

Pakpak memiliki perkebungan yang luas dan potensi tambang yang cukup besar.

Berikut beberapa video pesona alam Pakpak dari Youtube:


Pesona Wisata Pakpak Bharat

Industri perfiliman Sumatera Utara mulai bangkit dengan mempersembahkan berbagai cerita lokal.

Selain Tapanuli Tengah (baca) aktvis dunia akting di Mandailing (Madina, Tapsel, Sidimpuan, Padang Lawas) terus memproduksi hasil karya layar perak, salah satunya: Sibisuk Naoto.

Film ini diproduksi oleh Nila Sari Production, yang merupakan perusahaan asli lokal Sumatera Utara.

Bebebrapa Home Production (HP) milik perantauan Sumut di Jakarta bisa saja sudah eksis. Tapi karakternya berbeda karen afilm produksi lokal, mengangkat artis dan sutradara lokal dengan membuka lapangan pekerjaan ke warga lokal.




Film lokal di Sumut berkat Youtube:


Profil Perusahaan Lokal Perfiliman Sumut dari Mandailing: Nila Sari Production

Thursday, March 16, 2017

Puncak gunung Rinjani dikenal dengan pemandangan kawah biru, begitu pula dengan pemandangan Gunung Sorik Marapi yang berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Sorik Marapi layak menjadi destinasi pecinta wisata menantang atau pendaki. Puncak gunungnya  menawarkan pemandangan kawah biru nan memukau serta alam dan pemukiman di kaki gunung.

Pesona alamnya bak menarik pendaki untuk menaklukkan tingginya tanah terjal, bebatuan dan hutan rimba yang masih perawan.

Pemandangan hutan semak belukar yang lebat menjadi hal yang tidak terhindari. Sekeliling hutan masih banyak semak belukar karena pendaki terbilang masih jarang menyambangi gunung ini.

Para pendaki maupun penggiat alam yang berasal dari Sumut, memang familiar dengan gunung ini, tapi karena medannya ekstrim dan jauh dari kota Medan, maka hanya beberapa yang tertarik menaklukkannya.

Padahal untuk menuju ke Sorik Marapi tidak susah. Pasalnya, berbagai jenis transportasi yang langsung mengarah ke daerah tersebut, bisa melalui jalur udara ataupun darat.

Jika dari jalur darat bisa mengendarai bus di terminal Amplas, Perjalanan menuju ke Madina membutuhkan waktu sekitar 12 jam lamanya. Namun, jika ingin dari jalur udara, wisatawan bisa naik pesawat menuju ke Bandara Pinang Sori di Tapsel. Setelah itu, dilanjutkan ke Kabupaten Madina yang langsung mengarah ke Simpang Jembatan Merah.

Setelah sampai di Jembatan Merah, wisatawan tinggal naik angkot yang langsung mengarah ke Desa Sibanggor Julu. Cukup banyak angkot yang berhenti di Simpang Jembatan Merah ini. Karena para supir menunggu penumpang yang hendak ke desa Sibanggor.

Untuk ke Desa Sibanggor Julu menempuh perjalanan sekitar 3 jam lamanya.

Muhammad Sahbany, pendaki, menuturkan Sorik Merapi menawarkan pengalaman berbeda karena medannya masih hutan lebat.

"Belum banyak pendaki yang ke sini, Sorik Marapi belum dikaliber Sibayak atau Pusuk Buhit. Mungkin karena jaraknya yang jauh dari Medan, sekitar 12 jam dari Medan ke Tapanuli. Tapi jika sudah ke sini, rasa puas akan menghinggapi dan ingin mengunjunginya lagi. Kawah birunya indah membuat rasa lelah terbayar," katanya. (tribunnews)


Menggapai Puncak Gunung Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumut

Friday, March 10, 2017

Berbagai negara kini berlomba untuk memajukan industri antriksa mereka yang dimotori oleh swasta.

Baru-baru ini, Selandia baru meresmikan pembangunan pusat peluncur antariksa.

Selandia baru akan berkompetisi dengan pebisnis swasta AS dan negara-negara lainnya yang lebih dulu melangkah


Rocket Lab: Diam-diam Selandia Baru Ingin Jadi Pusat Industri Antariksa

Saturday, January 14, 2017

Jumlah penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2017 akan bertambah menjadi 38 bank/lembaga keuangan bukan bank (LKBB) termasuk salah satunya koperasi.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Braman Setyo di Jakarta Jumat menjelaskan, pada 2017 ini jumlah penyalur KUR menjadi 38 lembaga keuangan dari sebelumnya sebanyak 33 bank.

"Sementara terkait plafon KUR 2017, masih sebesar Rp106,4 triliun. Diharapkan nantinya bisa mencapai Rp110 triliun sesuai dengan rapat Komite Kebijakan," kata Braman kepada wartawan di Jakarta, Jumat.

Kelima penyalur KUR yang baru itu adalah Adira Finance, Mega Sentra Finance, BCA Finance, FIF, dan Kospin Jasa.

Pada 2017, Kospin Jasa mendapat plafon alokasi penyaluran KUR sebesar Rp50 miliar.

Selain itu, lanjut Braman, pihaknya juga sedang terus menjajaki 32 koperasi yang diajukan menjadi penyalur KUR.

"Sudah ada tiga yang kita evaluasi dan siap kita ajukan, seperti Koperasi Obor Mas di NTT, Kopdit Keling Kumang di Kalbar. Bahkan, untuk memperbanyak penyaluran KUR di sektor pertanian, kami akan mendorong KUD-KUD yang sehat dan berjalan bagus bisa menjadi kunci dalam menyalurkan KUR. Dari 32 koperasi tersebut, dua di antaranya berbentuk KUD," kata Braman.

Ia menambahkan, prioritas sektor ekonomi 2017 diharapkan dapat memperlebar jumlah penyaluran KUR di sektor hilir (produktif) meliputi sektor pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan perkebunan.

"Pada 2016, realisasi penyaluran KUR berdasarkan sektor ekonomi masih didominasi sektor perdagangan 66 persen, pertanian 17 persen, industri pengolahan 4 persen, perikanan 1,5 persen, jasa 10,5 persen, dan sektor penempatan TKI 0,2 persen, kata Braman.

Ia menyebutkan, penyaluran KUR pada 2016 mencapai 94,4 persen atau sebesar Rp94,4 triliun, dari target Rp100 triliun dengan debitur sebanyak 4.361.835 orang, serta NPL 0,37 persen.

Braman mengakui, bagi perbankan, sektor pertanian merupakan kredit dengan risiko tinggi akibat adanya potensi ancaman gagal panen, terserang hama dan penyakit tanaman, hingga kondisi cuaca tidak mendukung.

"Ada wacana di Komite Kebijakan yang akan menerapkan sistem asuransi untuk KUR pertanian. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong KUD yang sehat menjadi penyalur KUR, karena KUD yang bisa menyalurkan langsung ke kelompok Tani. Harapan saya, minimal ada satu koperasi untuk satu provinsi untuk menyalurkan KUR, khususnya untuk sektor pertanian," kata Braman.  (sumber)

Ini #Daftar #Penyalur KUR: Sebagian #Konglomerasi, Hanya Satu #Koperasi

Friday, January 06, 2017

Bupati Klaten Sri Hartini ditangkap KPK atas kasus jual beli jabatan di Pemkab Klaten. Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi mengatakan, ada prosedur yang keliru yang dilakukan oleh Sri Hartini.

Dia menduga ada jual beli jabatan di Pemerintah Daerah (Pemda) Klaten. "Karena ada pengaduan dari masyarakat kepada kita (KASN)," ujar Sofian di Kantor KASN, Pancoran, Jakarta, Jumat (6/1).

KASN mendapat laporan bahwa jabatan kepala sekolah SD, SMP dan SMA juga juga dijual belikan oleh Sri Hartini. Karenanya dia mengaku kaget sudah semakin rusaknya birokrasi sampai jabatan bisa diperjual belikan. "Bayangkan kalau kepala sekolah saja nyogok, ini merusak moral," katanya.

Berikut ini daftar jual beli jabatan yang di dapat KASN dari laporan masyarakat.

1. Eselon II (tergantung SKPD) : Rp 60 juta - Rp 400 juta

2. Eselon III golongan A: Rp 40 - Rp 60 juta.

3. Eselon III golongan B: Rp 30 juta

4. Eselon IV golongan A : Rp 15 juta

5. Eselon IV golongan B : RP 10 juta

6. Tata Usaha (TU) Puskesmas : Rp 5 juta-Rp15 juta

7. Jabatan tetap (tidak mutasi)/(tertentu) : Rp10 juta-Rp50 juta.

8. Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) : Rp 50 juta-Rp 100 juta.

9. TU UPDP : Rp 25 juta

10. Kepala Sekolah SD : Rp 75-Rp125 juta

11. TU SD : Rp30 juta

12. Kepala Sekolah SMP : Rp80 juta-Rp150 juta

13. TU SMP : Rp 35 juta

14. Guru mutasi (dalam kabupaten) : Rp15 juta-Rp 60 juta

15. Lelang jabatan pratama (masuk tiga nominasi dan terpilih) : Rp 75 juta-Rp 300 juta.

Lingkungan Dinas Pendidkan

1. Eselon II (Kepala Dinas) : Rp 400 juta

2. Eselon III (Sek dan Bidang : Rp 100 juta-Rp 150 juta

3. Eselon IV (Subbag dan Kasi) : Rp 25 juta. (sumber)

Daftar Harga Jabatan dari Bupati Klaten yang Ditangkap

Monday, December 19, 2016

sumber
Sekretaris Daerah Sumatera Utara Hasban Ritonga mengungkapkan terimakasih dan menyambut gembira atas penyusunan dan penerbitan terjemahan Alquran bahasa Batak Angkola oleh Badan Litbang Kementerian Agama RI. Rencananya peluncuran buku Terjemahan Alquran Bahasa Batak Angkola akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember mendatang oleh Menteri Agama RI.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, kami sangat berterimakasih dan menyambut gembira penerbitan terjemahan Alquran berbahasa Batak Angkola ini. Kami yakin buku ini akan sangat bermanfaat,” kata Hasban. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan  Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. H. Choirul Fuad Yusuf, M.Si  dan tim  penyusun di Kantor Gubsu, Senin (5/12). Hadir mendampingi Sekda Assisten Administrasi Umum dan Asset Jumsadi Damanik, Assisten Kesra OK Zulkarnain, Kepala Dinas Kominfo HM Fitriyus dan Kabag Agama Biro Binsos Muhammad.

Menurut Hasban, terjemahan Alquran berbahasa Angkola sangat berharga bagi khazanah pustaka di tanah air khususnya Sumatera Utara. “Ini merupakan karya yang sangat berharga terutama dalam upaya melestarikan bahasa Batak Angkola,” kata Hasban.

Selain itu, Alquran bahasa Batak Angkola menurutnya sangat bermanfaat bagi warga masyarakat yang belum faham bahasa Indonesia  untuk bisa lebih memahami makna kandungan kitab suci Al Quran. “Kita yakin penerbitan ini sangat bermanfaat dan kami sangat berterimakasih kepda Badan Litbang Kemenag Ri,” ujar Hasban.

Dalam kesempatan itu, Sekda menerima Buku Terjemahan Al quran bahasa Batak Angkola oleh

Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan  Kementerian Agama Republik Indonesia Dr. H. Choirul Fuad Yusuf.  Choirul menjelaskan kunjungan ke Sumut dalam rangka  menyampaikan informasi tentang peluncuran Produk Litbang Kemenag RI,  terkait dengan terjemahan Al Quran bahasa daerah yakni bahasa batak angkola dan dua terjemahan alquran lain. Yaitu terjemahan Alquran dengan bahasa Bolaang Mangondow Sulawesi Utara dan Bahasa Toraja juga turut diluncurkan.  Selain itu pihaknya juga akan meluncurkan Ensiklopedi pemuka agama multikultural nusantara.

“Tujuannya penerjemahan Al Quran berbahasa daerah yang pertama untuk  melakukan konservasi bahasa daerah dimana berdasarkan beberapa indikator saat ini muncul fenomena kepunahan bahasa daerah yang sedang terjadi. Inilah satu upaya untuk melestarikan bahasa daerah,” kata Choirul. Berdasarkan salah satu penelitian LIPI,  dari 600 bahasa daerah di Indonesia, saat ini hanya tinggal separuh saja yang bisa dipakai.

Tujuan kedua, lanjutnya, adalah untuk memperkuat pemahaman al quran bagi masyarakat yang belum bisa berbahasa Indonesia. Tujuannya agar bisa meningkatkan pemahaman dan pengamalan Alquran. “Dengan adanya terjemahan Al quran berbahasa daerah tentunya diharapkan dapat membantu dan meningkatkan pemahaman Al Quran bagi masyarakat berbahasa Angkola yang belum bisa berbahasa Indonesia. Dengan demikian, pemahaman masyarakat  terhadap Al quran bisa lebih baik terutama dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Kenapa bahasa angkola yang dipilih, menurut dia itu berasal dari kesepakatan hasil diskusi Tim Penerjemahan Litbang. “Kita tahu,  bahwa bahasa batak itu ada beragam. Namun bahasa angkola nahasa Lingua Franca yang merupakan bahasa yang bisa dipakai dan difahami oleh sub bahasa batak lainnya,” jelasnya. (sumber)

Sumut Bergembiran atas Diterbitkannya Terjemahan Alqur'an Versi Batak Angkola

Sunday, December 18, 2016

sumber
Suku Pakpak adalah suku besar yang mendiami wilayah Provinsi Sumatera Utara, mulai dari Barus di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, hingga Kabupaten Pakpak Bharat.

Suku ini juga banyak ditemui di Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam, Aceh.

Selama masa pemerintahan Belanda hingga saat ini, suku ini dimasukkan ke subetnis suku Batak. Mereka menolak penggabungan ini karena merasa berbeda dalam banyak sisi dengan suku Batak.

Suku Pakpak terdiri dari lima suak, yaitu Suak Simsim, Kelasen, Keppas, Pegagan, dan Boang.

Hampir 90 persen Suak Simsim mendiami wilayah Kabupaten Pakpak Bharat. Kabupaten ini pada 28 Juli 2003 menjadi kabupaten mandiri dengan memisahkan diri dari Kabupaten Dairi.

Suak Simsim terdiri dari marga Berutu, Padang, Solin, Cibro, Sinamo, Boang Manalu, Manik, Banurea, Sitakar, Kabeaken, Lembeng, Tinendung, dan banyak lagi.

Mereka menetap dan memiliki hak ulayat di wilayah Suak Simsim, seperti di Salak, Situje, Situju, Kerajaan, Pergetteng-getteng Sengkut, Tinada dan Jambu, semuanya berada di Kabupaten Pakpak Bharat.

Berbeda jauh dari empat suak lain yang nyaris hilang dan tak lagi punya tanah di tempat lahirnya, suku Pakpak masih menunjukkan eksistensi.

Kedatangan suku-suku lain yang mencari permukiman baru, lalu menguasai ekonomi dan tanah, menyebabkan terjadi pergeseran adat dan budaya Pakpak.

Pun perkawinan antar-etnis yang banyak terjadi, menenggelamkan identitas suku Pakpak karena dominasi etnis lain.

"Suku Pakpak adalah suku yang penuh toleransi. Suku yang senang hidup berdampingan dengan orang lain, diam saat budaya lain mengubah dan menghilangkan identitas suku. Bahkan, mereka sampai terusir dari tanahnya sendiri di Dairi," kata Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat Sonni P Berutu, Minggu (13/11/2016).

Selanjutnya

Menjadi Pakpak..

Daerah Sidikalang di Sumatera Utara selama ini lebih dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Namun tahukah Anda, ternyata Sidikalang juga memiliki perkebunan istemewa lain selain kopi, yakni durian.

Durian Sidikalang hadir di acara Fruit and Veggie Festival yang berlangsung 26 Agustus - 4 September 2016 di Mal Blok M Square, Jakarta. Salah satu stan durian yang membawa durian Sidikalang adalah stan Durian Too Cool.

"Durian ini istimewanya legit dan manisnya tajam sekali," kata Bang Tukul saat KompasTravel mengunjungi stannya, Sabtu (27/8/2016).

Ia memberi KompasTravel satu buah durian Sidikalang untuk dicicip. Warnanya kuning keemasan dan ukurannya lumayan besar untuk buah durian. (source)

Selain Kopi, Sidikalang Juga Penghasil Durian Manis

Blog Archive